DANDEN RUDAL 002/BONTANG JADI WARGA KEHORMATAN IJI
Acara penganugerahan warga kehormatan juga dirangkai dengan peresmian Sekretariat IJI Kota Bontang dan pelatihan asisten pelatih tingkat dasar. Pelatihan yang merupakan angkatan kedua itu diikuti 27 peserta utusan Rudal, Kodim 0908/Bontang, Yayasan Pupuk Kaltim, Yayasan Pendidikan Vidya Dahana Patra (YPVDP) Bontang, SMA Negeri I, dan SMK Putra Bangsa. “Tujuan pelatihan ini adalah untuk membekali para asisten pelatih Ju-Jitsu dengan dasar-dasar manajemen dan teknik kepelatihan”, kata Danden Rudal 002/Bontang Mayor Arh Louise Ferdinand.
Menurutnya, bela diri Ju-Jitsu aliran I Kyu Shin Ryu diperkenalkan pertama kali oleh Iwan Sedyowiyadi, prajurit di Kesatuan Den Arhanud Rudal 002/Bontang 20 tahun yang lalu. “Di Kaltim bela diri Ju-Jitsu berkembang di kalangan masyarakat umum, institusi pendidikan, instansi pemerintah, militer, dan kepolisian”, ujar Mayor Arh Louise Ferdinand. (Pendam 6/Dispenad)
1 comment 11 October 2008
Pentingnya TIK (Komputer)
Saya punya pengalaman pribadi mengenai TIK (Komputer). Saya mulai mengenal dan belajar komputer waktu sekolah di SMPN 1 Sidoarjo sebagai pelajaran ekstrakurikuler, itupun karena diwajibkan alias terpaksa. Waktu itu saya tidak benar-benar menyukai pelajaran komputer, bahkan boleh dibilang antipati dengan yang namanya komputer. Hehehe, jaman itu komputernya masih pake disket besar, masih pake DOS, tampilannya sederhana sekali, tidak menarik dan tidak berwarna, belum ada Windows seperti sekarang ini. Program aplikasinya masih sederhana juga seperti Lotus dan WS yang mungkin anak-anak sekarang gak pernah tau bagaimana bentuknya, hehehe…
Sikap antipati ini bertahan sampai saya lulus SMA, karena itu waktu ikut tes UMPTN saya memilih jurusan Teknik Elektro dengan harapan tidak ketemu yang namanya pelajaran KOMPUTER. Alhamdulillah akhirnya saya diterima di Jurusan Teknik Elektro ITS Surabaya.
Bayangan saya kuliah di Elektro gak bakalan ketemu yang namanya pelajaran Komputer. Eh…, gak taunya baru masuk semester 1 ternyata ada mata kuliah Pemrograman Komputer (PROKOM). Waduh, gawat nih..! Apalagi waktu itu imagenya mata kuliah PROKOM adalah momok bagi mahasiswa Elektro-ITS, banyak yang sering gagal alias gak lulus di mata kuliah ini. Tapi dari situlah saya mulai tertantang dan tertarik dengan Komputer dan Alhamdulillah akhirnya saya dapat nilai A.
Hehehe… Aneh yaa..?
Memang pengalaman tersebut cukup menggelikan, dari seorang yang antipati dengan yang namanya komputer, eeh sekarang malah jadi guru TIK (Komputer)
Kalo saya amati, kuliah jurusan apapun di ITS tidak lepas dari mata kuliah komputer, hampir semua jurusan di ITS ada mata kuliah Dasar Pemrograman Komputer. Demikian pula di kehidupan kita sehari-hari, semua yang kita lakukan tidak lepas dari teknologi, terutama TIK (Komputer). Profesi apapun menurut saya akan sangat membutuhkan bantuan Komputer. Bener nggak…?
Sebagai seorang guru, saya dan juga istri saya yang kebetulan sama-sama mengajar TIK (Komputer) kadang merasa kehilangan sayap jika komputer saya, atau bahkan printer saya lagi ngadat dan minta perhatian lebih. Bagi kami komputer adalah segalanya, guru dituntut selalu inovatif mengajar murid, mencari cara yang paling baik, menyenangkan dan tepat agar semua apa yang kita sampaikan dapat ter-transformasi dengan baik ke murid.
3 comments 3 April 2008
Ju-Jitsu Bisa Dipertandingkan
Jakarta – Ju-Jitsu selama ini dikenal sebagai olahraga yang mematikan. Itu sebabnya, beladiri asal Jepang ini dijadikan salah satu pelajaran wajib di kepolisian dan tentara. Namun, citra mematikan membuatnya sulit populer di kalangan masyarakat luas.
“Ju-jitsu ini mematikan, makanya sesuai untuk polisi dan tentara yang butuh cara efektif untuk melumpuhkan lawan. Tapi, olahraga ini bisa diperlunak sehingga bisa dipertandingkan di tingkat nasional dan internasional,” kata Ketua Umum Pengurus Pusat Institut Ju-Jitsu Indonesia (PP IJI), Erlangga Masdiana, usai pelantikan kepengurusan 2007-2011, di Jakarta, Minggu (6/5).
Erlangga, kriminolog yang juga staf ahli Menegpora, terpilih sebagai pimpinan baru PP IJI menggantikan Heru Winoto pada Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang berlangsung di kampus Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Jakarta, 31 Maret-1 April lalu.
Di Indonesia, Ju-Jitsu sudah dikenal sejak tahun 1960-an di berbagai kota di Jawa Timur. Namun, hingga saat ini PP IJI baru merangkum sekitar 50.000 anggota. “Sampai sekarang ini saja kami sekitar enam kali melaksanakan kejuaraan nasional Ju-Jitsu, sejak 1987 di Watukosek, Porong, Sidoarjo,” kata ketua Dewan Guru Besar Ju-Jitsu Indonesia, Heru Nurcahyo.
PP IJI juga berharap bisa menjadi anggota KONI Pusat. “Kami mungkin sudah cukup memenuhi persyaratan karena sudah punya 21 pengda,” ujar Heru Nurcahyo.
Inti gerakan Ju-Jitsu adalah pukulan, tangkisan, tendangan, kunci, lempar, dan tenaga dalam. Menurut Heru, tenaga dalam yang dimaksud adalah teknik pernapasan, dan sama sekali tidak terkait dengan hal-hal bersifat mistis.
Disalin dari:
SINAR HARAPAN – ARENA,
Senin, 07 Mei 2007
2 comments 27 March 2008
Ju-jitsu (IJI) Kikis Citra Mengerikan
Imej atau citra Ju-jitsu sebagai olahraga beladiri mengerikan harus dikikis oleh insan Institut Ju-Jitsu Indonesia (IJI). Target tersebut pun menjadi prioritas kepengurusan baru Pengurus Pusat IJI periode 2007-2011, yang diketuai Erlangga Masdiana।Erlangga Masdiana yang dikenal sebagai kriminolog dari Universitas Indonesia itu, kepada wartawan di Jakarta, Minggu (6/5) mengatakan, perbaikan imej harus didahulukan sebelum mencapai target menjadi anggota KONI Pusat। “Kita ingin mengubah Ju-Jitsu sebagai olahraga seni beladiri yang mengerikan, apalagi menakutkan seperti selama ini,” ungkapnya. Imej mematikan dan mengerikan seperti itu harus dikikis oleh insan Institut Ju-Jitsu Indonesia, seiring dengan pencapaian target menjadikan Ju-Jitsu sebagai olahraga yang memasyarakat dan bisa diterima sebagai anggota baru KONI Pusat.“Selama ini Ju-Jitsu dikenal sebagai salah satu olahraga beladiri yang mengerikan, sehingga ada kesan kurang layak diolahragakan. Untuk itu, kami akan menyaring teknik-tehnik beladiri ini agar bisa dipertandingkan di ajang nasional dan internasional,” kata Erlangga Masdiana.
Erlangga bersama ‘kabinetnya’ dilantik sebagai ketua umum PP IJI 2007-2011, Minggu (6/5) siang, di auditorium Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Jakarta। Erlangga Masdiana yang juga staf ahli Menegpora itu, terpilih sebagai pimpinan baru PP IJI menggantikan Heru Winoto pada Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) IJI, pada 31 Maret-1 April lalu di PTIK, Jakarta.Ju-Jitsu selama ini dinilai sebagai salah satu cabang beladiri menggabungkan unsur-unsur karate, judo, atau kempo. Salah satu ‘turunan’ dari Ju-Jitsu adalah Aikido, yang dipopulerkan aktor beken Hollywood, Steven Seagal. Menurut Erlangga Masdiana, sebenarnya Ju-Jitsu sudah jauh lebih dikenal ketimbang Aikido. “Orang tak banyak tahu kalau yang diperagakan Jean Claude van Damme itu adalah Ju-Jitsu,” jelasnya. Menurut Erlangga, dalam rangka memasyarakatkan Ju-Jitsu sebagai cabang beladiri yang populer, PP-IJI sedang menyelesaikan kurikulum pembenahan teknis-teknis Ju-Jitsu yang lebih mudah dipelajari, seperti pendidikan kemiliteran dan kepolisian. “Ju-Jitsu termasuk salah satu cabang beladiri wajib untuk aparat kepolisian di seluruh Indonesia. Ju-Jitsu juga menjadi olahraga wajib untuk Kopassus dan Kostrad,” katanya.
Di Indonesia, kata Robin Douglas yang ditunjuk sebagai Ketua Departemen Organisasi dan Humas PP-IJI, olahraga Ju-Jitsu dikenal sejak 1960-an di berbagai kota di Jawa Timur, termasuk Pasuruan, serta Semarang di Jateng।Namun, hingga saat ini PP IJI baru memiliki 50।000 anggota, hal itu tak bisa dilepaskan dari sifatnya sebagai olahaga beladiri yang keras dan mematikan. Stigma itulah yang harus dihapuskan dari kepengurusan PP IJI periode 2007-2011.
Disalin dari
JAKARTA (Pos Kota), Minggu 6 Mei 2007, Jam: 19:27:00
3 comments 27 March 2008