Archive for March, 2008

Ju-Jitsu Bisa Dipertandingkan

Jakarta – Ju-Jitsu selama ini dikenal sebagai olahraga yang mematikan. Itu sebabnya, beladiri asal Jepang ini dijadikan salah satu pelajaran wajib di kepolisian dan tentara. Namun, citra mematikan membuatnya sulit populer di kalangan masyarakat luas.
“Ju-jitsu ini mematikan, makanya sesuai untuk polisi dan tentara yang butuh cara efektif untuk melumpuhkan lawan. Tapi, olahraga ini bisa diperlunak sehingga bisa dipertandingkan di tingkat nasional dan internasional,” kata Ketua Umum Pengurus Pusat Institut Ju-Jitsu Indonesia (PP IJI), Erlangga Masdiana, usai pelantikan kepengurusan 2007-2011, di Jakarta, Minggu (6/5).
Erlangga, kriminolog yang juga staf ahli Menegpora, terpilih sebagai pimpinan baru PP IJI menggantikan Heru Winoto pada Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang berlangsung di kampus Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Jakarta, 31 Maret-1 April lalu.
Di Indonesia, Ju-Jitsu sudah dikenal sejak tahun 1960-an di berbagai kota di Jawa Timur. Namun, hingga saat ini PP IJI baru merangkum sekitar 50.000 anggota. “Sampai sekarang ini saja kami sekitar enam kali melaksanakan kejuaraan nasional Ju-Jitsu, sejak 1987 di Watukosek, Porong, Sidoarjo,” kata ketua Dewan Guru Besar Ju-Jitsu Indonesia, Heru Nurcahyo.
PP IJI juga berharap bisa menjadi anggota KONI Pusat. “Kami mungkin sudah cukup memenuhi persyaratan karena sudah punya 21 pengda,” ujar Heru Nurcahyo.
Inti gerakan Ju-Jitsu adalah pukulan, tangkisan, tendangan, kunci, lempar, dan tenaga dalam. Menurut Heru, tenaga dalam yang dimaksud adalah teknik pernapasan, dan sama sekali tidak terkait dengan hal-hal bersifat mistis.

Disalin dari:

SINAR HARAPAN – ARENA,

Senin, 07 Mei 2007

27 March 2008 at 02:16 3 comments

Ju-jitsu (IJI) Kikis Citra Mengerikan

Imej atau citra Ju-jitsu sebagai olahraga beladiri mengerikan harus dikikis oleh insan Institut Ju-Jitsu Indonesia (IJI). Target tersebut pun menjadi prioritas kepengurusan baru Pengurus Pusat IJI periode 2007-2011, yang diketuai Erlangga Masdiana।Erlangga Masdiana yang dikenal sebagai kriminolog dari Universitas Indonesia itu, kepada wartawan di Jakarta, Minggu (6/5) mengatakan, perbaikan imej harus didahulukan sebelum mencapai target menjadi anggota KONI Pusat। “Kita ingin mengubah Ju-Jitsu sebagai olahraga seni beladiri yang mengerikan, apalagi menakutkan seperti selama ini,” ungkapnya. Imej mematikan dan mengerikan seperti itu harus dikikis oleh insan Institut Ju-Jitsu Indonesia, seiring dengan pencapaian target menjadikan Ju-Jitsu sebagai olahraga yang memasyarakat dan bisa diterima sebagai anggota baru KONI Pusat.“Selama ini Ju-Jitsu dikenal sebagai salah satu olahraga beladiri yang mengerikan, sehingga ada kesan kurang layak diolahragakan. Untuk itu, kami akan menyaring teknik-tehnik beladiri ini agar bisa dipertandingkan di ajang nasional dan internasional,” kata Erlangga Masdiana.

Erlangga bersama ‘kabinetnya’ dilantik sebagai ketua umum PP IJI 2007-2011, Minggu (6/5) siang, di auditorium Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Jakarta। Erlangga Masdiana yang juga staf ahli Menegpora itu, terpilih sebagai pimpinan baru PP IJI menggantikan Heru Winoto pada Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) IJI, pada 31 Maret-1 April lalu di PTIK, Jakarta.Ju-Jitsu selama ini dinilai sebagai salah satu cabang beladiri menggabungkan unsur-unsur karate, judo, atau kempo. Salah satu ‘turunan’ dari Ju-Jitsu adalah Aikido, yang dipopulerkan aktor beken Hollywood, Steven Seagal. Menurut Erlangga Masdiana, sebenarnya Ju-Jitsu sudah jauh lebih dikenal ketimbang Aikido. “Orang tak banyak tahu kalau yang diperagakan Jean Claude van Damme itu adalah Ju-Jitsu,” jelasnya. Menurut Erlangga, dalam rangka memasyarakatkan Ju-Jitsu sebagai cabang beladiri yang populer, PP-IJI sedang menyelesaikan kurikulum pembenahan teknis-teknis Ju-Jitsu yang lebih mudah dipelajari, seperti pendidikan kemiliteran dan kepolisian. “Ju-Jitsu termasuk salah satu cabang beladiri wajib untuk aparat kepolisian di seluruh Indonesia. Ju-Jitsu juga menjadi olahraga wajib untuk Kopassus dan Kostrad,” katanya.

Di Indonesia, kata Robin Douglas yang ditunjuk sebagai Ketua Departemen Organisasi dan Humas PP-IJI, olahraga Ju-Jitsu dikenal sejak 1960-an di berbagai kota di Jawa Timur, termasuk Pasuruan, serta Semarang di Jateng।Namun, hingga saat ini PP IJI baru memiliki 50।000 anggota, hal itu tak bisa dilepaskan dari sifatnya sebagai olahaga beladiri yang keras dan mematikan. Stigma itulah yang harus dihapuskan dari kepengurusan PP IJI periode 2007-2011.



Disalin dari

JAKARTA (Pos Kota), Minggu 6 Mei 2007, Jam: 19:27:00

 

27 March 2008 at 02:12 7 comments


Author

 

March 2008
M T W T F S S
    Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Blog Stats

  • 2,475 hits

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.